![]() |
Anak Jalanan
Oleh: Multi Syaifullah
Hidup bahagia merupakan suatu impian bagi setiap orang. Namun kadar kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang beranggapan bahwa ukuran bahagia ialah dengan memiliki harta yang berlimpah, jabatan tinggi, rumah besertakan mobil yang mewah, ada juga yang mengartikan kebahagiaan adalah pada saat setiap orang yang kita sayangi selalu ada di sekitar kita. Dan ada pula yang mendefiniskan bahwa bahagia adalah ketika kita mempunyai segalanya.
Setiap manusia tidak ada yang pernah merasa puas, ketika sudah mencapai sesuatu yang diinginkannya selalu menginginkan sesuatu yang lain lagi. Itulah hakikat dasarnya manusia. Kita tidak pernah merasa puas meskipun sebenarnya hidup kita sudah lebih dari cukup. Itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan bahwa diatas langit masih ada langit. Jangan pula kita merasa bahwa kita adalah orang yang memiliki segala-galanya. Sadarlah bahwa dibawah kita masih ada yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang dari kita.
Pernahkah kita memperhatikan bahwa dibawah kalian ada orang-orang yang butuh kita? Pernahkah kalian merasa bahwa hidup kalian sudah lebih dari cukup? Mungkin bila kita melihat orang jalanan atau pengamen yang selalu ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu. Anak jalanan / pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari.
Anak jalanan sama seperti anak-anak lain pada umumnya. Mereka ingin bahagia, mereka ingin bermain, mereka ingin tumbuh normal seperti anak-anak lainnya. Pada dasarnya, anak jalanan tidak berbeda dengan anak-anak biasa. Hanya saja takdirnya yang berbeda. Sebenarnya mereka (anak jalanan) tidak ingin menjadi anak jalanan. Sebenarnya mereka ingin seperti kalian. Mereka ingin bersekolah, mereka ingin punya pakaian bagus, mereka ingin makan makanan enak, mereka ingin punya barang-barang bagus, mereka ingin jalan-jalan. Namun, mereka berbeda nasib dengan kita. Boro-boro mau jalan-jalan dan punya pakaian bagus. Buat makan aja susah. Tidakkah kita pernah merasa sedih melihat keadaan mereka? Atau.. kalian malah benci ketika kalian berhenti dilampu merah dan melihat anak jalanan dan kumuh, kucel, dekil dan bau matahari mengetok-ngetok pintu mobil kalian untuk menawarkan Koran, mainan, atau hanya bertepuk-tepuk tangan sambil bernyanyi. Apakah kalian mengusir mereka, pura-pura tidak tahu?
Seharusnya kita sadar bahwa anak jalanan bukanlah sesuatu yang harus dijauhi. Bukanlah hal yang harus dibenci. Mereka tidak seberuntung kalian yang bisa mendapatkan apa saja yang kalian inginkan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa diharapkan? Kita sebagai generasi muda sudah semestinya tidak hanya sekadar mengeluh dan berkomentar saja. Ada baiknya kalau kita sebagai anak muda yang sekiranya masih bisa mampu membantu dan membimbing anak-anak jalanan. Mungkin bagi kita yang memiliki waktu lebih dan memiliki ilmu, tidak ada salahnya mengajarkan kepada mereka. Bagi kalian yang memiliki uang lebih, tidak ada salahnya berbagi dengan mereka. Insha Allah, kalau setiap anak muda memiliki keinginan dan tindakan yang baik seperti demikian, suatu saat tidak akan ada lagi yang namanya anak jalanan. Jangan selalu mengaharapkan pemerintah yang tidak mempunyai kepastian nyata. Nasib masa depan negara kita ada ditangan generasi muda!
sumber: http://jakarta.kompasiana.com/sosial-budaya/2013/04/05/anak-jalanan-548437.html
- See more at: http://bagindaery.blogspot.com/2013/04/anak-jalanan-bacaan-yang-menarik-bulan.html#sthash.YMysccbw.dpuf
Anak Jalanan
Anak Jalanan
Oleh: Shandy Saeful Rachman
Hidup
bahagia merupakan suatu impian bagi setiap orang. Namun kadar
kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang beranggapan bahwa ukuran
bahagia ialah dengan memiliki harta yang berlimpah, jabatan tinggi,
rumah besertakan mobil yang mewah, ada juga yang mengartikan kebahagiaan
adalah pada saat setiap orang yang kita sayangi selalu ada di sekitar
kita. Dan ada pula yang mendefiniskan bahwa bahagia adalah ketika kita
mempunyai segalanya.
Setiap
manusia tidak ada yang pernah merasa puas, ketika sudah mencapai
sesuatu yang diinginkannya selalu menginginkan sesuatu yang lain lagi.
Itulah hakikat dasarnya manusia. Kita tidak pernah merasa puas meskipun
sebenarnya hidup kita sudah lebih dari cukup. Itulah sebabnya ada
pepatah yang mengatakan bahwa diatas langit masih ada langit.
Jangan pula kita merasa bahwa kita adalah orang yang memiliki
segala-galanya. Sadarlah bahwa dibawah kita masih ada yang membutuhkan
uluran tangan dan kasih sayang dari kita.
Pernahkah
kita memperhatikan bahwa dibawah kalian ada orang-orang yang butuh
kita? Pernahkah kalian merasa bahwa hidup kalian sudah lebih dari cukup?
Mungkin bila kita melihat orang jalanan atau pengamen yang selalu ada
di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang
semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua
itu. Anak jalanan / pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak
kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan
kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1
hari.
Anak
jalanan sama seperti anak-anak lain pada umumnya. Mereka ingin bahagia,
mereka ingin bermain, mereka ingin tumbuh normal seperti anak-anak
lainnya. Pada dasarnya, anak jalanan tidak berbeda dengan anak-anak
biasa. Hanya saja takdirnya yang berbeda. Sebenarnya mereka (anak
jalanan) tidak ingin menjadi anak jalanan. Sebenarnya mereka ingin
seperti kalian. Mereka ingin bersekolah, mereka ingin punya pakaian
bagus, mereka ingin makan makanan enak, mereka ingin punya barang-barang
bagus, mereka ingin jalan-jalan. Namun, mereka berbeda nasib dengan
kita. Boro-boro mau jalan-jalan dan punya pakaian bagus. Buat makan aja
susah. Tidakkah kita pernah merasa sedih melihat keadaan mereka? Atau..
kalian malah benci ketika kalian berhenti dilampu merah dan melihat anak
jalanan dan kumuh, kucel, dekil dan bau matahari mengetok-ngetok pintu
mobil kalian untuk menawarkan Koran, mainan, atau hanya bertepuk-tepuk
tangan sambil bernyanyi. Apakah kalian mengusir mereka, pura-pura tidak
tahu?
Seharusnya
kita sadar bahwa anak jalanan bukanlah sesuatu yang harus dijauhi.
Bukanlah hal yang harus dibenci. Mereka tidak seberuntung kalian yang
bisa mendapatkan apa saja yang kalian inginkan. Kalau bukan kita, siapa
lagi yang bisa diharapkan? Kita sebagai generasi muda sudah semestinya
tidak hanya sekadar mengeluh dan berkomentar saja. Ada baiknya kalau
kita sebagai anak muda yang sekiranya masih bisa mampu membantu dan
membimbing anak-anak jalanan. Mungkin bagi kita yang memiliki waktu
lebih dan memiliki ilmu, tidak ada salahnya mengajarkan kepada mereka.
Bagi kalian yang memiliki uang lebih, tidak ada salahnya berbagi dengan mereka.
Insha Allah, kalau setiap anak muda memiliki keinginan dan tindakan
yang baik seperti demikian, suatu saat tidak akan ada lagi yang
namanya anak jalanan. Jangan selalu mengaharapkan pemerintah yang tidak
mempunyai kepastian nyata. Nasib masa depan negara kita ada ditangan
generasi muda!
sumber: http://jakarta.kompasiana.com/sosial-budaya/2013/04/05/anak-jalanan-548437.html
- See more at: http://bagindaery.blogspot.com/2013/04/anak-jalanan-bacaan-yang-menarik-bulan.html#sthash.YMysccbw.dpuf
Tidak ada komentar :
Posting Komentar