Its All About Me and My Life

Sabtu, 10 Agustus 2013

aku dan indonesiaku

untukmu indonesiaku...Semenjak duduk di bangku sekolah dasar guruku selalu berkata bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat indah, beliau juga sering berkata bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya dan makmur. Bahkan beliau juga pernah berkata bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat!
Kalimat-kalimat itu selalu tersimpan di dalam ingatanku, dan sering kali muncul dalam khayalanku. Dulu aku sering berpikir betapa beruntungnya aku menjadi seorang Indonesia, dilahirkan di negeri yang indah dan disambut penuh cinta dengan tanah hijaunya, dengan pasir pantainya yang putih, dan dengan laut birunya yang bening. Kebanggaan selalu ada di dalam hatiku, bagaimana tidak? Wisatawan dari seluruh penjuru dunia datang ke negeri ini hanya untuk menikmati eloknya Ibu Pertiwi, hingga kemanapun aku pergi aku selalu membusungkan dadaku seakan berkata "Hey lihatlah aku seorang Indonesia! Aku orang beruntung karena dilahirkan di negeri ini!".
Namun kebanggaan itu perlahan mulai terkikis seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan pikiranku yang semakin terbuka dan kritis. Aku mulai sadar bahwa Ibu Pertiwi tidak seelok yang selama ini kulihat! Keindahannya semakin sirna, tanah hijaunya yang dulu menyambutku kini perlahan mulai lenyap, pasir pantainya yang putih kini terkeruk habis, dan lautnya yang biru kini semakin pudar, seiring pudarnya jati diri bangsa ini.
Tidak ada kemakmuran di negeri ini, yang ada hanyalah orang-orang susah yang semakin hari semakin tidak jelas hidupnya. Negara yang selama ini dikatakan sebagai negara agraris sejak zaman Majapahit kini tidak ada apa-apanya! beras saja diimpor dari Vietnam, apa kata dunia!?
Aku jadi bertanya pada diriku sendiri, apa iya Indonesia adalah bangsa yang hebat seperti yang pernah dikatakan guruku dulu? Aku jadi berpikir bahwa guruku adalah seorang pembohong! Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya dan makmur, namun kekayaan dan kemakmuran itu sekarang ada di mana? Apa orang-orang susah yang terlantar di pinggir jalan sana dapat disebut makmur? Kini Indonesia bukan seperti yang ada di dalam pikiranku, lantas bagaimanakah aku mendeskripsikan Indonesia?
Memang belum jelas apakah Indonesiaku sama dengan Indonesia yang diteriakkan penyair Taufiq Ismail di dalam puisinya "Kembalikan Indonesia Kepadaku". Juga belum jelas apakah Indonesiaku sama dengan Indonesia yang dimaksud Bung Karno dalam "Indonesia Menggugat". Banyak hal ternyata yang belum cukup jelas di dalamnya. Indonesiaku adalah hasil sebuah dialog dan negosiasi politik yang lama, melelahkan, dan menyita kesabaran, serta membutuhkan toleransi terhadap semua kemungkinan aspirasi yang bermunculan dari sana sini.
Indonesiaku bukan hanya milikku, melainkan juga Indonesiamu, milikmu. Indonesiaku pelan-pelan kita dirikan di atas impian-impian dan aspirasi kultural yang sangat beragam, penuh variasi, penuh nuansa, yang membuat kita kaya, seperti yang ada pada tulisan di bawah kaki burung garuda, "Bhinneka Tunggal Ika".
Namun sepertinya itu masih sebatas mimpi yang belum terwujud sepenuhnya. Aku ingin mewujudkan mimpi yang masih tertunda itu, aku ingin melihat negeri ini kembali bangkit dan dibangun bersama, aku tahu itu semua tidak mudah. Tapi satu hal yang kuingat, Indonesiaku adalah sekeping negeri yang diciptakan Tuhan dengan kasih sayang dan tanggung jawab. Dengan kasih sayang dan tanggung jawab-Nya, diciptakan-Nya kita dengan corak yang berbeda dalam warna kulit, etnisitas, tradisi, dan cara pandang serta sikap-sikap dalam menjalani hidup. Itulah hal yang terus membuatku bersemangat untuk membangun Indonesia.
Memang tidak banyak yang dapat kulakukan, namun aku terus berusaha membangun negeri ini dengan semangat dan usahaku untuk menggapai cita-cita, hingga kelak nanti aku sudah cukup dewasa dan matang untuk menjaga untaian jamrud khatulistiwa agar kilaunya tetap menyilaukan mata sehingga semua orang tahu dan sadar bahwa Indonesiaku Bukan Indonesia-Indonesiaan.


untukmu indonesiaku...
 
Facebook  : Selamat Pagi (Multi Syaifullah)
Twitter       : @Ifhoel

Individu Merdeka (Hitam-Putih Arti Sebuah Kebebasan)

Dewasa ini orang-orang sibuk membicarakan isu-isu kebebasan. Freedom atau kebebasan yang dimaknai oleh orang-orang saat ini, lebih berbicara tentang kebebasan hawa nafsu mereka. “Kebebasan untuk Berekspresi!”, itulah yang mereka teriakan untuk memanasi semangat para pemuda. Siapapun yang menentang semangat ini, akan langsung di cap sebagai orang yang konservatif, tua, atau kolot. Lalu muncullah orang-orang yang menamakan diri mereka “Generasi Muda Menolak Tua”. Bebaskan! Keluarkan semua ekspresimu! Tanpa perlu takut sedikitpun! Tak ada yang bisa menghalangimu! Dan slogan-slogan ini dijadikan tema-tema lagu, yang secara tidak sadar memengaruhi alam bawah sadar kita, meng-indoktrinasi kita secara halus, lalu lambat laun kitapun mengamininya. “Ya! Kita harus bebas, sebebas-bebasnya!” Mari kita analisa hal ini dari berbagai sudut pandang. Dari berbagai proyeksi yang bisa kita lakukan. Pertama, tentu kita setuju dan sangat gembira dengan semangat para pemuda yang mulai berani mengekspresikan pemikirannya, ide-idenya, kreatifitasnya, gagasannya dan berbagai hal positif yang meningkatkan produktivitas bangsa dan negara. Ini tentu menjadi suatu hal yang baik. Ketika kebebasan menjadi hal yang konstruktif, menjadi wadah dan tempat ditampungnya ide-ide cerdas dan brillian. Kedua, gejolak generasi muda yang menggebu-gebu, penuh semangat, dan emosional tentu sangat baik jika bisa disalurkan didalam wadah yang tepat. Tidak hanya ditahan, karena bila kita hanya bisa menahan hasrat dan keinginannya, justru akan berdampak buruk. Seperti model kebutuhan yang disebutkan Abraham Maslow, setelah kebutuhan fisiologi seseorang terpenuhi, lalu akan meningkat menjadi kebutuhan keamanan, kemudian sosial, kemudian penghargaan, dan yang terakhir adalah kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu tentunya diperlukan wadah untuk membebaskan dirinya dan meng-eksplore kelebihan dan kekurangan dirinya. Semua itu dilakukan oleh kita, hingga mampu menemukan keseimbangan pada kondisi yang nyaman dan cocok untuk kita. Begitulah sunnatullohnya, seperti planet-planet yang mengisi setiap orbitnya sesuai keseimbangannya masing-masing. Hal-hal positif seperti yang diterangkan diatas, tentunya sangat baik dilakukan bagi para remaja yang sedang menuju proses kematangan diri (dewasa). Individu merdeka yang dimaksud seharusnya diartikan menjadi individu yang merdeka sesuai dengan aturan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita berada di dalam aturan. Begitulah alam ini tercipta, berkembang, dan menjaga stabilitasnya. Penuh dengan keteraturan. Lihatlah dalam ukuran mikrokosmos. Ketika elektron-elektron berputar mengelilingi inti atom secara teratur, dan saat terjadi gangguan, atom tersebut akan menjadi atom yang tidak stabil. Lihatlah dalam ukuran makrokosmos, perputaran planet-planet mengitari pusat tata surya (matahari), semua berada di dalam manzilah-manzilah yang juga sesuai aturannya. Perputaran elektron mengitari inti atom, perputaran planet mengitari matahari, terlihat seperti perputaran yang bebas, namun sesungguhnya pergerakannya itu sesuai aturan. Kebebasan itu ada aturannya. Orang-orang yang memiliki mind set berpikir liberal pasti tidak sepakat dengan hal ini. Mereka berpikir kebebasan itu tidak boleh dibatasi. Sebaliknya bagi orang-orang yang konservatif, mereka berpikir kebebasan itu sama sekali tidak ada. Sesungguhnya, selalu ada jalan tengah diantara keduanya. Walau bagaimanapun, seseorang itu memang selalu diberikan kebebasan. Bebas memilih apapun yang akan dijalani di dalam hidupnya. Tapi, ketahuilah kita tidak akan pernah bisa lepas dari konsekuensi pilihan kita. Sebagai contoh, kita memilih untuk tidak masuk kuliah pada suatu saat, konsekuensi yang akan kita dapat adalah kita tidak akan mendapat pelajaran yang diajarkan dosen saat itu. Menjadi seseorang yang relijius, menjadi orang yang urakan, memilih jurusan kuliah, menjadi seorang introvert atau ekstrovert, bahkan untuk melakukan hal-hal kecil, memilih menu makan siang, memilih pakaian hari ini, memilih saluran televisi, dan lain-lain. Kita selalu dihadapkan pada berbagai plihan. Dan kita bebas untuk memilih apapun. Tapi ingatlah, kita tidak akan pernah bisa lepas dari konsekuensi pilihan kita. Artinya, kita harus mempunyai cara, agar setiap pilihan yang kita putuskan adalah pilihan yang tepat.

cara membuat blog menjadi ada lagunya

 

Heloo  sobat bloggerer , kali ini saya akan memberikan Tips Cara Membuat Blog Ada Lagunya.
Mungkin anda perna mengunjung sebuah web ketika di buka langsung terdengar lagu. Kali ini saya akan memberikan informasi untuk membuatnya,
langsung saja bisa di lihat di bawah ini langkah-langkah nya cekidot