Peter Higgs (ilmuwan atheis) saat ini adalah sosok sentral yang
mewakili keinginan sebagian manusia selama ribuan tahun untuk menguak
asal usul alam semesta (apakah ada keterlibatan Tuhan atau tidak dalam
penciptaannya) melalui akal dan inderanya. Setelah berpuluh-puluh tahun
Peter Higgs dan ilmuwan lainnya bekerja keras, hadirlah sepenggal
kemajuan pengetahuan baru, yaitu penemuan partikel dasar yang lebih
kecil yang diduga merupakan bahan pembentuk materi dan dikenal dengan
sebutan yang terdengar tidak sopan, yaitu “partikel tuhan”.
Itu adalah penelitian dan penemuan yang sah (benar), karena alam semesta memang karyaNya yang mengandung keagungan ilmu, sedangkan manusia dianugerahi akal dan indera untuk menganalisa.
