Its All About Me and My Life

Sabtu, 10 Agustus 2013

Individu Merdeka (Hitam-Putih Arti Sebuah Kebebasan)

Dewasa ini orang-orang sibuk membicarakan isu-isu kebebasan. Freedom atau kebebasan yang dimaknai oleh orang-orang saat ini, lebih berbicara tentang kebebasan hawa nafsu mereka. “Kebebasan untuk Berekspresi!”, itulah yang mereka teriakan untuk memanasi semangat para pemuda. Siapapun yang menentang semangat ini, akan langsung di cap sebagai orang yang konservatif, tua, atau kolot. Lalu muncullah orang-orang yang menamakan diri mereka “Generasi Muda Menolak Tua”. Bebaskan! Keluarkan semua ekspresimu! Tanpa perlu takut sedikitpun! Tak ada yang bisa menghalangimu! Dan slogan-slogan ini dijadikan tema-tema lagu, yang secara tidak sadar memengaruhi alam bawah sadar kita, meng-indoktrinasi kita secara halus, lalu lambat laun kitapun mengamininya. “Ya! Kita harus bebas, sebebas-bebasnya!” Mari kita analisa hal ini dari berbagai sudut pandang. Dari berbagai proyeksi yang bisa kita lakukan. Pertama, tentu kita setuju dan sangat gembira dengan semangat para pemuda yang mulai berani mengekspresikan pemikirannya, ide-idenya, kreatifitasnya, gagasannya dan berbagai hal positif yang meningkatkan produktivitas bangsa dan negara. Ini tentu menjadi suatu hal yang baik. Ketika kebebasan menjadi hal yang konstruktif, menjadi wadah dan tempat ditampungnya ide-ide cerdas dan brillian. Kedua, gejolak generasi muda yang menggebu-gebu, penuh semangat, dan emosional tentu sangat baik jika bisa disalurkan didalam wadah yang tepat. Tidak hanya ditahan, karena bila kita hanya bisa menahan hasrat dan keinginannya, justru akan berdampak buruk. Seperti model kebutuhan yang disebutkan Abraham Maslow, setelah kebutuhan fisiologi seseorang terpenuhi, lalu akan meningkat menjadi kebutuhan keamanan, kemudian sosial, kemudian penghargaan, dan yang terakhir adalah kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu tentunya diperlukan wadah untuk membebaskan dirinya dan meng-eksplore kelebihan dan kekurangan dirinya. Semua itu dilakukan oleh kita, hingga mampu menemukan keseimbangan pada kondisi yang nyaman dan cocok untuk kita. Begitulah sunnatullohnya, seperti planet-planet yang mengisi setiap orbitnya sesuai keseimbangannya masing-masing. Hal-hal positif seperti yang diterangkan diatas, tentunya sangat baik dilakukan bagi para remaja yang sedang menuju proses kematangan diri (dewasa). Individu merdeka yang dimaksud seharusnya diartikan menjadi individu yang merdeka sesuai dengan aturan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita berada di dalam aturan. Begitulah alam ini tercipta, berkembang, dan menjaga stabilitasnya. Penuh dengan keteraturan. Lihatlah dalam ukuran mikrokosmos. Ketika elektron-elektron berputar mengelilingi inti atom secara teratur, dan saat terjadi gangguan, atom tersebut akan menjadi atom yang tidak stabil. Lihatlah dalam ukuran makrokosmos, perputaran planet-planet mengitari pusat tata surya (matahari), semua berada di dalam manzilah-manzilah yang juga sesuai aturannya. Perputaran elektron mengitari inti atom, perputaran planet mengitari matahari, terlihat seperti perputaran yang bebas, namun sesungguhnya pergerakannya itu sesuai aturan. Kebebasan itu ada aturannya. Orang-orang yang memiliki mind set berpikir liberal pasti tidak sepakat dengan hal ini. Mereka berpikir kebebasan itu tidak boleh dibatasi. Sebaliknya bagi orang-orang yang konservatif, mereka berpikir kebebasan itu sama sekali tidak ada. Sesungguhnya, selalu ada jalan tengah diantara keduanya. Walau bagaimanapun, seseorang itu memang selalu diberikan kebebasan. Bebas memilih apapun yang akan dijalani di dalam hidupnya. Tapi, ketahuilah kita tidak akan pernah bisa lepas dari konsekuensi pilihan kita. Sebagai contoh, kita memilih untuk tidak masuk kuliah pada suatu saat, konsekuensi yang akan kita dapat adalah kita tidak akan mendapat pelajaran yang diajarkan dosen saat itu. Menjadi seseorang yang relijius, menjadi orang yang urakan, memilih jurusan kuliah, menjadi seorang introvert atau ekstrovert, bahkan untuk melakukan hal-hal kecil, memilih menu makan siang, memilih pakaian hari ini, memilih saluran televisi, dan lain-lain. Kita selalu dihadapkan pada berbagai plihan. Dan kita bebas untuk memilih apapun. Tapi ingatlah, kita tidak akan pernah bisa lepas dari konsekuensi pilihan kita. Artinya, kita harus mempunyai cara, agar setiap pilihan yang kita putuskan adalah pilihan yang tepat.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar